Sistem Saraf SMA IPA

SISTEM SARAF

Regulasi adalah cara semua organ dan sistem tubuh untuk bekerja sama secara efisien.
Dan Sistem Regulasi meliputi Sistem Saraf, Sistem Indra dan Sistem Hormon, dan sekarang yang akan kita bahas adalah mengenai sistem saraf pada manusia.

Sistem saraf dibagi menjadi 2 bagian utama yaitu Sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dikelompokkan menjadi 3 yaitu, sel saraf sensori, sel saraf motor dan sel saraf konektor (penghubung)
  • Sel saraf sensori adalah sel saraf yang berfungsi menghantarkan inpuls atau membawa rangsang dari reseptor ke sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang
  • Sel saraf motor adalah sel saraf yang berfungsi mengirimkan perintah dari sistem saraf pusat ke efektor (otot atau kelenjar)
  • Sel saraf Konektor merupakan sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf sensori denga sel saraf motor di dalam sistem saraf pusat

Mekanisme Penghantaran Rangsang
  • Penghantaran Rangsang melalui Akson,
    Penghantaran impuls baik yang berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut saraf (akson) dapat terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. Pada waktu sel saraf beristirahat, kutub positif terdapat di bagian luar dan kutub negatif terdapat di bagian dalam sel saraf. Diperkirakan bahwa rangsangan (stimulus) pada indra menyebabkan terjadinya pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat. Perubahan potensial ini (depolarisasi) terjadi berurutan sepanjang serabut saraf. Kecepatan perjalanan gelombang perbedaan potensial bervariasi antara 1 sampai dengart 120 m per detik, tergantung pada diameter akson dan ada atau tidaknya selubung mielin.
    Bila impuls telah lewat maka untuk sementara serabut saraf tidak dapat dilalui oleh impuls, karena terjadi perubahan potensial kembali seperti semula (potensial istirahat). Untuk dapat berfungsi kembali diperlukan waktu 1/500 sampai 1/1000 detik.
    Energi yang digunakan berasal dari hasil pemapasan sel yang dilakukan oleh mitokondria dalam sel saraf.
    Stimulasi yang kurang kuat atau di bawah ambang (threshold) tidak akan menghasilkan impuls yang dapat merubah potensial listrik. Tetapi bila kekuatannya di atas ambang maka impuls akan dihantarkan sampai ke ujung akson. Stimulasi yang kuat dapat menimbulkan jumlah impuls yang lebih besar pada periode waktu tertentu daripada impuls yang lemah.
  • Penghantaran Rangsang melalui Sinapsis
    Titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain dinamakan sinapsis. Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Neuron yang berakhir pada tonjolan sinapsis disebut neuron pra-sinapsis. Membran ujung dendrit dari sel berikutnya yang membentuk sinapsis disebut post-sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. Neurontransmitter adalah suatu zat kimia yang dapat menyeberangkan impuls dari neuron pra-sinapsis ke post-sinapsis. Neurontransmitter ada bermacam-macam misalnya asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, noradrenalin terdapat di sistem saraf simpatik, dan dopamin serta serotonin yang terdapat di otak. Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis.
    Bagaimanakah penghantaran impuls dari saraf motor ke otot? Antara saraf motor dan otot terdapat sinapsis berbentuk cawan dengan membran pra-sinapsis dan membran post-sinapsis yang terbentuk dari sarkolema yang mengelilingi sel otot. Prinsip kerjanya sama dengan sinapsis saraf-saraf lainnya.

Proses Terjadinya Gerak
  • Gerak Biasa,
    Gerak biasa atau gerak sadar umumnya terjadi lebih lambat daripada gerak refleks karena perjalanan rangsang pada gerak sadar mealui proses yang panjang.
  • Gerak Refleks
    Gerak refleks adalah gerak yang terjadi tanpa dipengaruhi kehendak otak atau tanpa harus melalui otak

Susunan Sistem Saraf
Sistem saraf manusia dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi, Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang sedangkan sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar.

Sistem saraf sadar yaitu mengendalikan aktivitas tubuh yang diatur oleh otak sedangkan sistem saraf tak sadar yaitu mengendalikan aktivitas yang tidak diatur oelh otak.

wdcfawqafwef